Struktur Antrian

Dalam menganalisis antrian, dikenal 3 komponen utama, yaitu :

1.    Kedatangan atau proses input
a.  Sumber kedatangan/input
Sumber input ke sistem antrian bisa berasal dari populasi terbatas (finite) maupun tak terbatas (infinite). Bila populasi relatif besar sering dianggap bahwa ukuran populasi tak terbatas. Sebagai contoh, jika di suatu kota hanya terdapat satu toko yang menyediakan sembako dengan 20.000 penduduk, maka bisa dianggap bahwa populasi sumber input bersifat tak terbatas. Namun jika terdapat 200 toko sejenis di kota tersebut, maka bisa diasumsikan bahwa sumber input tersebut bersifat terbatas.
b. Pola kedatangan
Cara dimana customer datang ke sistem antrian disebut pola kedatangan (arrival pattern). Individu-individu mungkin datang dengan tingkat kedatangan yang konstan maupun random mengikuti distribusi probabilitas tertentu. Distribusi probabilitas Poisson merupakan salah satu model pola kedatangan yang paling sering mewakili pola kedatangan yang bersifat random.  Bila pola kedatangan mengikuti distribusi  Poisson, maka waktu antar kedatangan (inter arrival time) bersifat random dan mengikuti distribusi eksponensial.
c.     Perilaku kedatangan
Ada dua perilaku kedatangan, yaitu “balk” dan “renege”. “Balk” (penolakan) adalah fenomena dimana customer yang datang ke sisitem antrian menolak untuk masuk ke sistem antrian karena harus mengantri. Sementara itu “renege” menggambarkan situasi dimana pada mulanya customer bersedia mengantri tetapi kemudian meninggalkan antrian sebelum dilayani.

2.    Antrian
a.    Panjang antrian
Panjang antrian bisa terbatas dan tak terbatas, tergantung kapasitas antrian. Jika kapasitas antrian menjadi faktor pembatas besarnya jumlah individu yang dapat dilayani dalam sistem, berarti sistem mempunyai kepanjangan antrian terbatas.
b.    Displin antrian
Disiplin antrian menunjukkan pedoman keputusan yang digunakan untuk menyeleksi  individu-individu yang memasuki antrian untuk dilayani lebih dahulu. Jenis-jenis disiplin antrian yaitu :
(1)    First come first served (customer yang dilayani lebih awal adalah yang datang lebih dahulu)
(2)    Last come first served (customer yang dilayani lebih awal adalah yang datang lebih akhir)
(3)    Random
(4)    Berdasar prioritas tertentu

 

3.    Fasilitas Pelayanan
Fasilitas pelayanan sistem antrian berhubungan dengan cara dimana item atau customer dilayani dan meninggalkan sistem antrian. Fasilitas pelayanan biasanya digambarkan dengan 2 karakteristik, yaitu :
a.    Jumlah dan konfigurasi fasilitas pelayanan
Mekanisme pelayanan bisa terdiri dari satu stasiun (single server)  atau lebih (multiple server). Dalam sistem antrian dengan multiple server, bisa jadi sejumlah server memberi satu pelayanan yang sama (pararel) disebut juga multiple channel queuing sistem. Namun  bisa juga sejumlah server tersebut melayani secara seri atau disebut juga multiple stage queuing sistem.
b.    Pola pelayanan
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelayanan disebut waktu pelayanan (service time atau holding time). Waktu pelayanan ini biasanya tergantung pada kebutuhan pelayanan pada customer atau mekanisme pelayanan. Sebagai contoh, server mungkin cenderung mempercepat pelayanan jika antrian terlihat panjang. Waktu pelayanan bisa bersifat tetap atau random sebagaimana kedatangan. Jika waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial, waktu pelayanan akan mengikuti distribusi Poisson.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s